23 Jul 2013

Contoh Kumpulan Teks Pidato

Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti
بسم الله الرحمن الرحيم
Yang saya hormati para dewan juri yang bijaksana.
Yang saya hormati Ustadz dan Ustadzah TPA Al-Amin Brahu
Serta rekan-rekan peserta lomba pidachild yang berbahagia.
Dan para hadirin wal hadirot rokhimakumulloh.
Assalamualikum Wr.Wb
Tanam pinang rapat-rapat
Agar puyuh tak dapat terbang
Jawablah salam dengan semangat
Jikalau anda umat muhammad
Assalamualikum Wr.Wb
Alhamdulillahirabil alamin wabihi nastain wa ala umuridunnya waddin
Washalatu wassalamu ala ashrafil anbiya’ iwalmursalin
wa ala alihi wa ashabihi ajma’in
amma ba’du.,
Pertama tama marilah kita senantiasa mencurahkan puja-puji serta rasa syukur kita kehadirat Alloh swt, yang telah mencurahkan segala nikmatnya kepada kita semua. Terutama nikmat iman dan Islam. Dan mudah-mudahan kita semua menjadi dan termasuk dari golongan orang-orang yang pandai dalam bersyukur  kepada Alloh swt.
Sholawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda kita Rosulullah Muhammad saw, yang menjadi sebaik-baik suri tauladan bagi umatnya. Dan mudah-mudahan kita semua termasuk umat yang akan mendapat syafa’at beliau di hari akhir nanti. Amiin…
pada pagi hari ini izinkanlah SAYA menyampaikan pidato singkat saya  yang berjudul 
 Hidup yang bermamfaat.
Kita semua mengerti bahwa kehidupan di dunia ini adalah desa tempat berlalu dan akhirat adalah desa tempat tinggal yang abadi.
Oleh karena itu marilah kita selalu beramal yang shaleh agar kita bisa memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
اغتنم خمسا قبل خمس: شبابك قبل هرمك، وصحتك قبل سقمك، وغناك قبل فقرك، وفراغك قبل شغلك، وحياتك قبل موتك.
Artinya:
Gunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima perkara, yaitu: masa mudamu sebelum masa tuamu; masa sehatmu sebelum sakitmu dan masa kecukupanmu sebelum fakirmu, masa kosongmu sebelum sibukmu dan masa hidupmu sebelum matimu.
Teman-teman dan hadirin yang berbahagia
Setiap masa di dunia ini pasti habis dan berakhir. Dan setiap yang hidup di dunia ini pasti akan hancur dan segala sesuatu selain Allah akan musnah pula, demikian juga semua kenikmatan di dunia ini akan mampus dan hangus.
Apakah semua orang dari kita ini tidak berfikir tentang keadaannya? Dan mengingat akan tempat kembalinya dan perpindahannya? Dengan begitu barangkali kita akan segera kembali kepada Allah. Lalu kita akan berusaha untuk memperbaharui semangat kita bertaubat kepada Allah, yang dengan taubat itu Allah akan menghapus dosa yang telah kita lakukan.
Teman-teman dan hadirin yang berbahagia
Banyak sekali orang yang sudah lupa akan kematiannya! Berjalan melagak dengan pakaian kesehatannya! Bersuka ria dengan kenikmatan afiatnya! Merasa bangga dengan ketegaran dan kemudahannya, tiada terlintas sedikitpun adanya kelemahan dan tiada terbayang sedikitpun kematian akan menimpa dirinya.
Banyak dan banyak sekali orang yang telah tergelincir kakinya tanpa didahului rasa sakit dan penyakit. Kematian datang kepadanya dengan secara mendadak, seperti mendadaknya hewan buas menerkam mangsanya. Kematian merenggutnya tanpa penundaan atau pengunduran. Itulah yang telah difirmankan oleh Allah dalam Qur’an surat Qaaf ayat 19
وجاءت سكرة الموت بالحق ذلك ما كنت منه تحيد.
Artinya:
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, itulah yang kamu selalu lari daripadanya.
Apabila ia dari golongan orang-orang yang beriman dan taat, maka kematian adalah merupakan peristirahatan dari desa yang penuh kesusahan, kepayahan dan kesulitan menuju ke desa tempat tinggal yang sebenar-benarnya.
Dan apabila ia dari golongan orang-orang musyrik dan durhaka, maka kematian merupakan jampi-jampi kesedihan dan penyiksaan serta awal dari penderitaan dan penyiksaan yang sebenar-benarnya yang tidak akan ada akhirnya.
Kita sering menyaksikan orang-orang yang telah berangkat menuju desa akhirat dan sering pula melihat sebab-sebab kematian yang bermacam-macam, akan tetapi kita sendiri lupa dan lalai dari tujuan kita hidup di dunia ini.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama bertaqwalah kepada Allah, dan kembali kepada jalannya, sepanjang kita masih berada dalam masa-masa yang memungkinkan. Allah adalah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Dia suka taubat hamba-hamba pilihan-Nya dan menerimanya.
Hidup Untuk Ibadah
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Para hadirin yang berbahagia,
Tak terasa lama sudah kita jalani hidup sebagai manusia di muka bumi ini. Hari demi hari, minggu demi minggu hingga tahun demi tahun dan tanpa kita sadari tinggal berapa lagi dari umur kita yang telah ditentukan yang masih tersisa. tetapi adakah hidup yang telah kita jalani sepanjang ini telah berarti?, dan apakah hidup kita selama ini adalah demikianlah hidup yang semestinya?.
Terlebih dahulu hendak lah kita pahami apa hakekat hidup bagi kita manusia yang tak lain adalah sebagaimana difirmankan Allah SWT  :
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
Yang artinya : “tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi ( beribadah ) kepadaku”. ( Q. S. Adz-zariyat : 56  ).
Mengahambakan diri hanya kepada Allah dengan selalu berbuat menurut kehendakNya semata, tidak lain. Kita bukanlah budak diri kita sendiri, kita bukan budak orang lain, penguasa, pemerintah ideologi, opini, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, lingkungan, tidak !!. melainkan kita adalah budak bagi Allah SWT, budak nya yang selalu hanya mengharapkanNYA dengan cintaNYA, kasih sayangNYA serta ridhoNYA.
Betapa banyak dan betapa sering kehancuran terjadi dimuka bumi ini. Kejahatan, kedzaliman, kemunafikan, kerugian, kehilanga, kesedihan, yang berakhir dengan tetesan darah dan derai air mata. Sadarkah kita akan apa yang telah diamanahkan kepada kita bahwa kitalah yang bertanggung jawab mewarnai bumi tuhan ini sehingga bila terjadi segala bentuk kerusakan maka itu semua adalah akibat dari perbuatan kita sendiri.
ظهر الفساد فى البر والبحر بما كسبت أيدى الناس
Telah timbul kerusakan di darat dan dilaut dikarenakan ulah perbuatan tangan-tangan manusia. ( QS. Arrum : 41 ).
Para hadirin yang semoga selalu mendapat petunjuknya.
Hendaklah kita senantiasa terus - menerus berdzikir mengingat Allah dalam kehidupan kita sehari-hari dengan tidak pernah lalai, lengah, atau meninggalkannya karena yang demikian merupakan upaya untuk mensucikan diri serta menyelamatkannya dari bisikan-bisikan syeitan yang terkutuk. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa setan adalah daki yang mengotori hati manusia. Bilamana ia berdzikir mengingat Allah maka syeitan akan lari meninggalkannya tetapi bila manusia lengah maka syeitan akan menggerogotinya. Oleh karena itu hendaklah kita manusia senantiasa berdzikir mengingat Allah sepanjang waktu dalam keadaan bagaimanapun.
Dalam tingkatannya,menurut imam al ghozali ada empat peringkat dzikir yaitu :
  1. Dzikir hanya dengan lisan tanpa diikuti hati.
  2. Dzikir dengan lisan dan diikuti dengan hati yang dipaksa-paksakan.
  3. Dzikir dengan lisan dan dihadiri hati secara lugas wajar apa adanya.
  4. Dzikir dengan lisan yang benar-benar merasuk kedalam hati sanubari sehingga orang yang berdzikir akan merasa tengelam didalamnya.
Sedang menurut hemat kami, dzikir yang sempurna adalah menyatunya antara lidah, akal pikiran dan hati demi menuju Allah semata. Dzikir mengingat Allah tidaklah hanya ketika seseorang selesai dari melaksanakan shalat atau ketika ditimpa kesusahan saja. Akan tetapi hendaklah dzikir selalu selamanya ada pada kita, dalam kehidupan kita dalam kesehari-harian kita. Bagaimanapun, kapanpun dan dimanapun kita adanya. Dzikir bukanlah sekedar ucapan ucapan dalam wujud kegiatan ritual, tapi dzikir juga adalah membuka diri dengan menyatakan keagungan tuhan dari mengamati segala macam tanda-tanda kekuasaannya di alam semesta ini. Dzikir adalah untuk semua anak keturunan adam tanpa pengecualian. Dzikir bukan hanya milik para kyai, santri, tapi juga hak bagi tiap orang berdasi, para petani, karyawan, usahawan, atasan, bawahan semuanya. Ingatlah bahwa tuhan maha segala-galanya, ia berada dimana-mana ia selalu menyertai kita, jadi mengapa kita begitu ingat akan tuhan ketika kita berada didalam masjid tapi ketika keluar darinya keluar pula ingatan kita akan tuhan. Sebagaimana betapa nyata nilai-nilai keislamna kita ketika kita mengenakan sarung, jubah, peci, sorban dengan tasbih ditangan, tapi dikala kita berpakaian untuk bepergian bekerja atau berolah raga atau bersantai ria maka hilang sudah nilai-nilai keislaman itu dengan hilangnya ingatan kita akan adanya tuhan Allah yang mengawasi kita.sehingga kita lebih ingat dan fasih mengucapkan kata-kata kasar yang cenderung kotor dan menyakitkan daripada lafadz-lafadz tasbih,tahmid, takbir serta tahlil sebagai wujud dari ingat akan tuhan. Padahal kita mengakui kebesaran tuhan, tuhan berada dimana-mana, dimasjid, dikamar, diruang kuliah, dilapangan, dikantor, disawah dipasar, dijalan-jalan, ditempat-tempat hiburan dan lainnya. dimana saja kapan saja ada tuhan bersama kita, maka berusahalah kita untuk selalu ingat  akannya selamanya. :
Para hadirin yang saya hormati.
Betapa berdzikir mengingat Allah merupakan salah satu ibadah  memililki banyak keutamaan diantaranya sebagaimana sabda rasulullah SAW :
ما عمل ابن آدم عملا أنجى له من عذاب الله من ذكر الله
Tidak ada amalan dilakukan oleh anak adam yang lebih dapat menyelamatkan dari azab Allah selain dzikir mengingat Allah.  ( Al-hadits ).
Demikianlah, sekiranya kita dapat mengingat Allah dalan setiap kehidupan kita maka bukanlah suatu yang mustahil bagi kita untuk menyatakan apa yang telah difirmankan Allah SWT, bahwasanya hakekat terciptanya dan hidupnya kita dimuka bumi ini adalah hanyalah untuk mengabdi beribadah kepadaNYA tak lain. Dan akan tercapailah seluruh apa yang kita inginkan dari kehidupan kita ini.
Allahumma amin.
Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti
بسم الله الرحمن الرحيم
Yang saya hormati para dewan juri yang bijaksana.
Yang saya hormati Ustadz dan Ustadzah TPA Al-Amin Brahu
Serta rekan-rekan peserta lomba pidachild yang berbahagia.
Dan para hadirin wal hadirot rokhimakumulloh.
Assalamualikum Wr.Wb
Tanam pinang rapat-rapat
Agar puyuh tak dapat terbang
Jawablah salam dengan semangat
Jikalau anda umat muhammad
Assalamualikum Wr.Wb
Alhamdulillahirabil alamin wabihi nastain wa ala umuridunnya waddin
Washalatu wassalamu ala ashrafil anbiya’ iwalmursalin
wa ala alihi wa ashabihi ajma’in
amma ba’du.,
Pertama tama marilah kita senantiasa mencurahkan puja-puji serta rasa syukur kita kehadirat Alloh swt, yang telah mencurahkan segala nikmatnya kepada kita semua. Terutama nikmat iman dan Islam. Dan mudah-mudahan kita semua menjadi dan termasuk dari golongan orang-orang yang pandai dalam bersyukur  kepada Alloh swt.
Sholawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda kita Rosulullah Muhammad saw, yang menjadi sebaik-baik suri tauladan bagi umatnya. Dan mudah-mudahan kita semua termasuk umat yang akan mendapat syafa’at beliau di hari akhir nanti. Amiin…
pada pagi hari ini izinkanlah SAYA menyampaikan pidato singkat saya  yang berjudul 
 Hidup yang bermamfaat.
Kita semua mengerti bahwa kehidupan di dunia ini adalah desa tempat berlalu dan akhirat adalah desa tempat tinggal yang abadi.
Oleh karena itu marilah kita selalu beramal yang shaleh agar kita bisa memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
اغتنم خمسا قبل خمس: شبابك قبل هرمك، وصحتك قبل سقمك، وغناك قبل فقرك، وفراغك قبل شغلك، وحياتك قبل موتك.
Artinya:
Gunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima perkara, yaitu: masa mudamu sebelum masa tuamu; masa sehatmu sebelum sakitmu dan masa kecukupanmu sebelum fakirmu, masa kosongmu sebelum sibukmu dan masa hidupmu sebelum matimu.
Teman-teman dan hadirin yang berbahagia
Setiap masa di dunia ini pasti habis dan berakhir. Dan setiap yang hidup di dunia ini pasti akan hancur dan segala sesuatu selain Allah akan musnah pula, demikian juga semua kenikmatan di dunia ini akan mampus dan hangus.
Apakah semua orang dari kita ini tidak berfikir tentang keadaannya? Dan mengingat akan tempat kembalinya dan perpindahannya? Dengan begitu barangkali kita akan segera kembali kepada Allah. Lalu kita akan berusaha untuk memperbaharui semangat kita bertaubat kepada Allah, yang dengan taubat itu Allah akan menghapus dosa yang telah kita lakukan.
Teman-teman dan hadirin yang berbahagia
Banyak sekali orang yang sudah lupa akan kematiannya! Berjalan melagak dengan pakaian kesehatannya! Bersuka ria dengan kenikmatan afiatnya! Merasa bangga dengan ketegaran dan kemudahannya, tiada terlintas sedikitpun adanya kelemahan dan tiada terbayang sedikitpun kematian akan menimpa dirinya.
Banyak dan banyak sekali orang yang telah tergelincir kakinya tanpa didahului rasa sakit dan penyakit. Kematian datang kepadanya dengan secara mendadak, seperti mendadaknya hewan buas menerkam mangsanya. Kematian merenggutnya tanpa penundaan atau pengunduran. Itulah yang telah difirmankan oleh Allah dalam Qur’an surat Qaaf ayat 19
وجاءت سكرة الموت بالحق ذلك ما كنت منه تحيد.
Artinya:
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, itulah yang kamu selalu lari daripadanya.
Apabila ia dari golongan orang-orang yang beriman dan taat, maka kematian adalah merupakan peristirahatan dari desa yang penuh kesusahan, kepayahan dan kesulitan menuju ke desa tempat tinggal yang sebenar-benarnya.
Dan apabila ia dari golongan orang-orang musyrik dan durhaka, maka kematian merupakan jampi-jampi kesedihan dan penyiksaan serta awal dari penderitaan dan penyiksaan yang sebenar-benarnya yang tidak akan ada akhirnya.
Kita sering menyaksikan orang-orang yang telah berangkat menuju desa akhirat dan sering pula melihat sebab-sebab kematian yang bermacam-macam, akan tetapi kita sendiri lupa dan lalai dari tujuan kita hidup di dunia ini.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama bertaqwalah kepada Allah, dan kembali kepada jalannya, sepanjang kita masih berada dalam masa-masa yang memungkinkan. Allah adalah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Dia suka taubat hamba-hamba pilihan-Nya dan menerimanya. 



بسم الله الرحمن الرحيم
Hadirin dan hadirat yang kami muliakan,
Ibu-ibu yang kami cintai,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul di tempat yang indah ini.
Kedua kalinya salawat dan salam slalu kita limpahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jalan yang berliku-liku menuju jalan yang lurus.
Para hadirin yang berbahagia.
            Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi, maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa.
            Sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi bintang film (Artis), bintang iklan, fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik, karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini.
            Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual, fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi, sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak.
Di bawah ini akan kami berikan beberapa langkah yang cukup baik dan membantu mewujudkan anak yang sholeh dan sholehah :
1. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah.
 Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , bersabda:
إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim)
Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan,melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala, dan menjauhi larangan-laranganNya.
2. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu:
a. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak, kepribadian dan karakternya.
Para hadirin yang berbahagia.
            Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman, maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah, kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya,
            Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya, cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam, sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya.
 b. Lingkungan Sekolah
            Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. Belajar, bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak.
c. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan, kedamaian, dan ketentraman. Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya, dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah, maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik, yang kondusif bagi anak.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah...” (Ali Imran: 110).

0 komentar:

Poskan Komentar

Kolom