6 Des 2011

Tugu Khatulistiwa di Pontianak Indonesia

Kota dan pulau di Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa ternyata tidak sedikit. Bahkan menjadi negara dengan titik (lokasi) yang paling banyak dilewati oleh garis khatulistiwa. Equator (garis lintang 0 derajat) itu tepat berada di beberapa pulau dan kota di Indonesia.
Sumatera, Kalimantan, dan Halmahera sebagai pulau yang tepat berada di zero latitude (khatulistiwa) mungkin sudah banyak yang tahu. Seperti halnya garis khatulistiwa melewati kota Pontianak. Namun ternyata masih terdapat beberapa tempat lain yang dilalui garis maya itu.
Kota di Indonesia yang dilalui garis katulistiwa, antara lain:
  • Kota Bonjol
Gerbang penandan garis khatulistiwa di kota Bonjol

 Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat. Sebagai penanda dilalui garis equator, dibangun tugu khatulistiwa sejak tahun 1928, meskipun menurut pengukuran BPPT, tugu dan monumen tersebut melenceng sejauh 100 meter dari titik 0 derajat.
Garis khatulistiwa melewati beberapa pulau di Indonesia, yaitu:
  • Kepulauan Batu
Kepulauan Batu merupakan kepulauan dengan sekitar 48 pulau kecil yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, di antara pulau Nias dan Siberut. Kepulauan ini termasuk dalam wilayah kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Garis katulistiwa melewati sebelah utara pulau Tanahmasa dan terbesar di kepulauan Batu.
  • Pulau Sumatera
Di Sumatera garis khatulistiwa membentang mulai perairan Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan kepulauan Riau.
  • Pulau Lingga
Pulau Lingga merupakan pulau terbesar pada gugusan kepulauan Lingga. Pulau seluas 889 km2 ini terdapat di timur pulau Sumatera dan termasuk dalam wilayah provinsi Kepulauan Riau. Equator melewati ujung utara pulau kecil ini.
  • Pulau Kalimantan
Di Kalimantan equator melintasi provinsi kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
  • Pulau Sulawesi
Di pulau Sulawesi melintasi provinsi Sulawesi Tengah.
  • Kepulauan Kayoa
Kepulauan Kayoa merupakan kepulauan yang terletak di barat pulau Halmahera, Maluku. Kepulauan ini termasuk dalam wilayah kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Garis katulistiwa melewati kepulauan ini.
  • Pulau Halmahera
Pulau Halmahera merupakan pulau terbesar di kepulauan Maluku dan termasuk dalam wilayah provinsi Maluku Utara.
  • Pulau Gebe
Pulau Gebe terletak di timur pulau Halmahera dan termasuk dalam wilayah kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pulau Gebe dilalui oleh equator (garis khatulistiwa).
  • Pulau Waigeo
Pulau Waigeo atau dikenal juga sebagai pulau Amberi atau Waigiu, merupakan pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat yang terletak di sebelah utara provinsi Papua Barat.
Selain melewati kota dan pulau, di Indonesia garis khatulistiwa juga melewati daerah perairan yang meliputi selat Karimata, selat Makasar, teluk Tambu dan teluk Tomini (Sulawesi), laut Maluku, dan laut Halmahera.
Bangga rasanya negeri ini mendapat anugerah dilalui oleh garis khatulistiwa. Lebih bangga lagi, mengetahui di mana saja, di sudut negeri ini, sang zero latitude membelah bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan.
  • Referensi: en.wikipedia.org/wiki/Equator
  • Gambar: wikipedia dan robbymilo.multiply.com

 Tugu Khatulistiwa di Pontianak


Keistimewaan Pontianak adalah satu-satunya kota di dunia yang tepat dilintasi garis khatulistiwa. Jadi, tidak keliru kalau Anda kenal ibu kota Kalimantan Barat ini mendapat julukan Kota Khatulistiwa. Sebagai keistimewaan sekaligus mengukuhkan julukan itu, dibangunlah sebuah tugu yang letaknya persis di pinggir Sungai Kapuas.

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Tiap 21 -23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa Pontianak menjadi primadona. Ketika itulah di kompleks ini sering digelar beragam pertunjukan kesenian, pameran dan lain-lain hiburan. Tak pelak, massa pun tersedot ke tempat ini. Dari penjuru daerah berdatangan ke sekitar tugu. Namun, yang paling istimewa sebenarnya bukan hanya itu. Melainkan tepat tengah hari pada tanggal tersebut, segala bayangan benda tegak yang ada di sekitarnya, akan menghilang secara misterius. Ini tentu tidak akan pernah terjadi di tempat lain.

Masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat umumnya, cukup bangga dengan keistimewaan ini. Itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti banyaknya cendera mata miniatur Tugu Khatulistiwa, penginapan dan jalan yang menggunakan nama Khatulistiwa atau Ekuator. Termasuk unsur Garis Khatulistiwa dimasukkan ke dalam lambang Pemerintah Daerah. Garis Khatulistiwa yang melingkari tengah-tengah bumi, sebenarnya melewati beberapa propinsi di Indonesia dan beberapa negara lain. Untuk Kalbar, garis khatulistiwa melewati beberapa daerah seperti kota/kabupaten Pontianak, Sanggau dan Sintang.

Di Kalbar, Garis Khatulistiwa memotong Sungai Kapuas sebanyak 2 kali, dan satu kali memotong Sungai Melawi. Panjang Garis Khatulistiwa yang melintasi daratan Kalbar adalah 466 km. Selain itu, ada 7 propinsi lain yang dilewati Garis Khatulistiwa yaitu Propinsi Sumatera Barat (Utara Payakumbuh), Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku dan Irian Jaya. Selain itu ada 5 negara Afrika yang dilewati Garis Khatulistiwa yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia. Untuk Amerika Latin ada 4 negara yaitu Equador, Peru, Kolombia dan Brasil yang terkenal dengan hutan amazonnya.


Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung.
Catatan pada Tugu Khatulistiwa

Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out [titik nol garis khatulistiwa dikoreksi]

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.


0 komentar:

Poskan Komentar

Kolom